Profil Daeng Soetigna Sang Pencipta Angklung Diatonis

Profil Daeng Soetigna Sang – Pencipta angklung diatonis ini sangat melegenda, bahkan mesin pencari paling populer di internet yaitu google menjadikannya sebagai doodle google di hari ulang tahun beliau. Sebagai anak muda atau bahkan and asudah tua namun tidak mengenal banyak tokoh ini maka sepertinya anda perlu menggali lebih banyak informasi yang sudah banyak dibuat oleh banyak penulis, media hingga catatan pribadi tentang dirinya.

Kalau melihat namanya, pastinya banyak orang yang beranggapan bahwa sang maestro adalah keturunan bugis makassar. Ternyata anggapan sebagian orang tersebut salah, dirinya adalah sepenuhnya orang Jawa Barat alias keturunan Sunda. Bahkan beliau tergolong anak dari seorang bangsawan Sunda kala itu. Dan tentu saja seperti bangsawan lainnya di jamannya, pendidikan yang diperoleh sangat baik, walaupun bersekolah di sekolah milik pemerintah Hindia Belanda yang waktu itu menjajah negeri ini.

Profil dan Biografi Daeng Soetigna Sang Pencipta Angklung Diatonis

Dari penelusuran yang dilakukan KabarGue.Com dan menemukan ulasan mengenai biografi Daeng Soetigna, disebutkan bahwa tokoh ini lahir di Garut (Hindia Belanda) pada tanggal 13 Mei 1908. Mengapa Hindia Belanda? Karena di masa itu memang Indonesia belum merdeka atau belum terbentuk. Namun Garut yang dulu tetap yang Garut sekarang yang di Jawa bagian Barat 🙂

Sejak Google Doodle di hari ulang tahun sang maestro yang ke-108 muncul, banyak netizen yang bertanya siapa Daeng Soetigna? Kombinasi namanya cukup unik, perpaduan dua kata yang sangat kontras. Daeng kebanyakan dipakai orang Bugis Makassar dan Soetigna yang tentu saja nama yang banyak dipakai orang Sunda, Jawa Barat.

Ternyata beliau ini dua kali menikah, istrinya yang pertama bernama Ugih Supadmi yang dinikahi pada tahun 1930 lalu bercerai dan istri keduanya yaitu Masjoeti yang dinikahi pada tahun 1938. Pak Daeng memiliki banyak anak dari kedua istrinya, totalnya adalah tujuh orang anak. Beliau pernah menjadi pegawai negeri sipil, dan pensiun di usia 56 tahun.

Tahukah anda kalau karya fenomenalnya yang dikenang sampai sekarang adalah memodifikasi Angklung yang sebelumnya bernada pentatonis menjadi bernada diatonis. Karena itulah kemudian beliau diberi nama kehormatan sebagai Angklung Padaeng. Tak hanya sebatas itu saj akaryanya Pak Daeng juga merupakan komposer handal yang telah menulis puluhan aransemen lagu angklung yang hingga kini masih sering dimainkan oleh para pecinta alat musik angklung terutama warga Jawa Barat itu sendiri dan juga warga lain dari seluruh Indonesia dan bahkan dunia.

error: