Yang Dapat Merusak Dan Membatalkan Puasa

Perkara-Perkara Yang Dapat Merusak Dan Membatalkan Puasa – Jelang memasuki Ramadhan masih saja ada diantara kita yang belum memahami betul ibadah yang akan dilaksanakan. Ketika anda melakukan ibadah puasa pada saat bulan suci Ramadhan yang penuh barokah, banyak sekali perbuatan dan tindakan kita sebagai seorang Muslim yang harus dijauhi bagi orang yang ketika sedang berpuasa, jika ternyata sampai melakukan hal-hal ini khususnya pada siang hari selama masih memasuki bulan suci Ramadhan maka tentunya akan merusak ibadah puasa yang dikerjakan dan pastinya akan mendapat dosa yang berlipat-lipat.

Anak-anak, orang tua dan para remaja selalu merasakan sesuatu yang gembira dan bersyukur masih dipertemukan dengan satu bulan yang penuh dengan maghfirah tersebut. Pastinya akan sangat merugilah orang-orang yang telah melewatkannya tanpa berbuat amalan atau ibdah yang khusuk dan mendapat pahala dari Allah. Belajar banyak sebelum memasuki Ramadhan adalah sesuatu yang bagus.

Mungkin anda bisa belajar sedikit dari apa yang kabarGue sajikan kali ini. Adapun hal-hal yang bisa membatalkan puasa dan mesti anda tinggalkan selama menjalani ibadah berpuasa bisa anda simak di bawah ini :

hal-hal yang bisa membatalkan puasa

1. Berhubungan suami istri atau Jima’
Allah SWT menghalalkan anda bersetubuh jika memasuki malam hari, itu berarti sangat tidak dibenarkan kalau anda melakukannya pada siang hari, karena sudah pasti akan membatalkan puasa serta harus membayar kifarat.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187, sebagai berikut :
“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.…..”.

2. Makan dan minum dengan sengaja
“…..makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam…” (QS. Al-Baqarah: 187).

Dalam hal ini masuknya sesuatu melalui jalan terbuka mulut, hidung atau telinga sama dengan makan dan membatalkan puasa. Jadi apabila orang yang sedang berpuasa makan dan minum dengan sengaja, atas kemauan sendiri, sadar bahwa ia sedang puasa dan tahu bahwa perbuatannya haram maka batalah puasanya. Jika orang yang puasa melakukannya karena lupa, salah atau dipaksa, maka tidak membatalkan puasanya. Masalah ini berdasarkan dalil-dalil seperti yang kami sampaikan di bawah :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari (4/135) dan Muslim (1155))

“Allah meletakkan (tidak menghukum) umatku karena salah atau lupa dan karena dipaksa.” (HR. Thahawi dalam Syarhu Ma’anil Atsar (2/56), Al Hakim (2/198)).

3. Keluarnya Darah Haid dan Nifas

Ketika seseorang wanita mendapati darah haid atau nifas, maka batal puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari, pada satu bagian siang, baik di awal ataupun di akhirnya, maka mereka harus berbuka dan meng-qadha kalau puasa tidak mencukupinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukankah jika haidh dia tidak shalat dan puasa?” Kami katakan, “Ya.” Beliau berkata, “Itulah (bukti) kurang agamanya.” (HR. Muslim (79) dan (80) dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah)

4. Muntah Dengan Sengaja
Barang siapa yang muntah dengan sengaja dengan mengeluarakan makanan atau minuman dari perut melalu mulut, maka batal puasanya. sedangkan yang muntah karena terpaksa atau tidak sengaja maka tidak membatalkan puasanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk meng-qadha puasanya, dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya meng-qadha puasanya.” (HR. Abu Dawud (3/310), Tirmidzi (3/79), Ibnu Majah (1/536))

5. Sengaja mengeluarkan mani
Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga, melakukan perbuatan onani, bersentuhan, ciuman dengan sengaja itu dapat membatalkan puasa. Adapun jika keluar mani karena diakibatkan oleh mimpi maka tidak akan batal puasanya, karena keluarnya itu dengan tidak sengaja.

6. Suntikan yang mengandung makanan
Yaitu memasukkan zat makanan ke perut dengan maksud memberi makanan bagi orang yang sakit. Suntikan seperti ini dapat membuat puasa menjadi batal, karena telah memasukkan makanan kepada orang yang ternyata sedang puasa. Walaupun ternyata suntikan tadi tidak sampai ke perut tetapi hanya masuk bercampur ke darah saja, maka, hal ini juga membatalkan puasa, karena pada hakikatnya cairan tersebut menggantikan kedudukan makanan dan minuman.

Pada dasarnya ibadah puasa yang kita laksanakan pada bulan Ramadhan, ialah ajang bagi kita semua sebagai ummat Muslim untuk semata-mata mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT. Semoga kita bisa menghindari segala hal atau bentuk perbuatan yang dapat membatalkan puasa yang kita jalankan dan semoga ibadahnya bisa khusyuk.

Bagi mereka yang sudah berupaya dengan khusyuk untuk menjalankan puasanya dengan baik dan benar, semoga anda mendapatkan manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan tubuh yang dinantikan banyak orang dan sudah banyak orang pula yang telah merasakannya. Kuncinya adalah sabar dan taat, dengan begitu rasa ikhlas akan selalu di hati.

error: