Menpora Cabut SK Pembekuan PSSI, Indonesia Terhindar Sanksi FIFA

Menpora Cabut SK Pembekuan PSSI, Indonesia Terhindar Sanksi FIFA – Kabar gembira bagi pecinta sepakbola nasional karena menurut berita yang beredar saat ini sudah ada itikad baik dari pihak Menteri Pemuda dan Olahraga untuk segera mencabut surat keputusan yang pernah ia keluarkan atas pembekuan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang berujung terhentinya kompetisi, terancam batalnya babak 16 besar AFC Cup bagi Persipura dan adanya ancaman banned dari federasi sepakbola tertinggi di dunia.

Pada hari Senin tanggal 25/5/2015 dikabarkan Pak JK memanggil Menpora untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak termasuk dengan perwakilan PSSI dan pihak terkait lainnya. Diadakannya pertemuan yang melibatkan Menpora Pak Imam Nahrawi bersama sejumlah wakil PSSI di Istana Wapres tentu akan menjadi babak awal meredahnya perseteruan dua kubu tersebut. Dikabarkan pula bahwa Menpora berjanji akan segera mencabut SK pembekuan PSSI setelah melaporkan pertemuan tadi kepada Bapak Presiden Jokowi. Namun ada berita yang juga menyebutkan pihak Menpora masih bersikukuh tak mau mencabutnya karena mendapat dukungan Presiden untuk membenahi sepkabola.

Menpora Cabut SK Pembekuan PSSI, Indonesia Tehindar Sanksi FIFA

Dan faktanya pihak Menpora memang masih bersikukuh agar peserta ISL hanya 16 tim yaitu tidak melibatkan Areama dan Persebaya, inilah yang tidak diterima PSSI dan FIFA karena terlalu mengurus persoalan teknis organisasi. Semestinya Menpora menyerahkan sengketa kepemilikan kedua klub tersebut kepada pengadilan. Dan hari ini 25 Mei juga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah menerima gugatan PSSI dan menyatakan tidak ada lagi intansi terkait yang bekerja berdasarkan SK tersebut. Keputusan sela dari PTUNN tersebut sudah bisa menjadi alasan seluruh perangkat pertandingan di berbagai daerah untuk mendapatkan izin keamanan dari Kepolisian.

Sebenarnya walaupun Menpora belum mencabut sanksi pembekuan PSSI tidak akan ada pengaruhnya lagi karena PTUN sudah memberikan putusan sela atas kasus ini dan memenangkan PSSI. Jadi kemungkinan besar Indonesia terhindar sanksi FIFA tanggal 29 Mei 2015 yang sudah jadi tenggat wktu bagi Indonesia untuk menyelesaikan persoalannya ini. Keterlibatan Pak JK dalam menengahi masalah ini juga dianggap sangat positif oleh berbagai pihak karena beliau memang lebih paham sepakbola dibanding Pak Jokowi. Kehadiran Pak Agum Gumelar pada pertemuan di Istana Wapres juga memberi sinyal baik bagi pengembalian mandat ke PSSI yang pernah ia pimpin. Pak Agun hadir sebagai penasehat Komite Olimpiade Indonesia atau KOI yang diketuai oleh Ibu Rita Subowo.

Ternyata dalam pertemuan dengan Pak JK tadi, pihak Menpora mengajukan tiga opsi untuk kasus ini. Ketiga opsi tersebut adalah pembekuan terhadap PSSI tetap berlaku untuk yang pertama, kemudian yang kedua mencabut pembekuan, dan ketiga adalah merevisi isi SK pembekuan tersebut. Nah, dari sini sebenarnya bisa kita lihat bagaimana sosok Menpora kita yang satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa beliau tidak rela kalau PSSI yang dipimpin La Nyalla Mattaliti kembali memimpin federasi sepakbola negeri ini. Mungkinkah kabar ada dendam pribadi antara keduanya memang benar adanya? Hanya mereka yang terkait yang mengetahuinya.

error: