Berita dan Fakta Menarik Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI

Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI – Itulah salah satu headline di sejumlah media di pertengahan bulan ini, entah kenapa persoalan ini kembali muncul padahal tradisi pemeriksaan alat kelamin bagi remaja wanita yang ingin mengabdi pada negara pada jalur militer tersebut sudah ada sejak lama dan rutin dilakukan setiap tahun. Apakah ada pihak tertentu yang mebuatnya mencuat karena suatu kepentinga? Entahlah tapi ada satu video pengakuan dokter yang pernah melakukan pemeriksaan pada calon prajurit tentara beredar saat ini.

Dibalik kabar yang mencuat ini, ternyata ada banyak fakta menarik yang terkait dengan tes keperawanan terhadapa para calon prajurit TNI berjenis kelamin perempuan tersebut. Tapi Panglima TNI, Bapak Moeldoko sudah menegaskan bahwa tes tersebut adalah merupakan tahapan yang harus bisa diterima oleh para calon prajurit TNI perempuan. Kalau tidak mau diperiksa, sebaiknya tidak usah ikut-ikutan mendaftar. Seperti itulah garis besar statetment beliau yang KabarGue ambil dari salah satu media nasional (detik) saat dirinya melakukan kunjungan ke Universitas Lampung.

Berita dan Fakta Menarik Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI

Banyak kalangan yang mempertanyakan prosedur tes ini karena dianggap tidak ada hubungannya secara langsung pada kemampuan seorang prajurit di medan tempur atau dalam bekerja. Bahkan dianggap diskriminatif dan melangar hak asasi seorang perempuan, akan tetapi DPR enggan membahas hal tersebut karena memang sudah menjadi kewenangan pihak Kementerian Pertahanan untuk menentukan layak atau tidaknya dilakukan prosedur semacam itu pada calon tentara wanita. Mungkin pertimbangan bahwa setiap orang berhak dan punya hak untuk mengabdi pada negara adalah sesuatu yang layak dikedepankan.

Menariknya, ternyata ada fakta seputar tes keperawanan calon prajurit TNI wanita. Dari sumber yang bisa dipercaya yaitu merdeka dot com, disebutkan bahwa ternyata dokter yang memeriksa juga ada yang laki-laki. Celakanya karena menggunakan dua jari, bayangkan kalau si calon prajurit mendapat giliran diperiksa oleh dokter laki-laki memakai dua jarinya. Itu sepertinya sudah diluar batas dan norma, karena ini menjadi syarat penetu kelulusan maka pastinya harus dilalui oleh setiap calon. Kabarnya hal semacam itu juga tujuannya untuk menguji mental dan fisik sang prajurit, sepertinya ini agak kontradiktif karena bisa saja merusak jiwa dan emosi seseorang.

Apapun itu seharusnya semua pihak menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dan adat ketimuran. Walaupun tes keperawanan ini tetap dipertahankan maka tak semsetinya dilakukan oleh seorang dokter pria. Ada baiknya kalau tes dilakukan di tahapan akhir ketika sudah dinyatakan lulus dan yang gagal bisa digantikan oleh peserta cadangan. Apakah tes semacam ini juga berlaku di Kepolisian? Mungkin saja iya, tapi ada berita lain yang menyebutkan kalau calon istri perwira TNI juga pernah ada yang diharuskan ikut tes semacam ini. Itu juga adalah berita menarik yang tak boleh anda lewatkan.

error: